MAgroindustry





Perbedaan Konsep Kandang Ayam Close House dan Open House

Posted by: admin | Posted on: December 28th, 2012 | 1 Comments

  1. Konsep dasar Close House dan Open House

Gambar Kandang close House

  1. Sistem Close House yang paling sering digunakan di Indonesia
  • Sistem Tunnel : SKT yang dalam menjalankan kerjanya hanya mengandalkan aliran angin   untuk mengeluarkan gas sisa, panas  uap, air dan menyediakan oksigen.
  • Sistem Evaporative Coolong Pad : mengandalkan aliran angin dan proses evaporasi dengan bantuan air
  1. Kelebihan dan kekurangan Close House dan Open House
    1. Selain kandang ayam Close House dan Open House, di Indonesia telah banyak digunakan sistem kandang semi close house. Infrastruktur kandang semi close house,dan kelebihan-kekurangannya.
  2. Tujuan membangun kandang closed house adalah:
  • Untuk menyediakan udara yang sehat bagi ternak (sistem ventilasi yang baik) yaitu udara yang menghadirkan sebanyak-banyaknya oksigen, dan mengeluarkan sesegera mungkin gas-gas berbahaya seperti karbondioksida dan amonia.
  • Menyediakan iklim yang nyaman bagi ternak. Untuk menyediakan iklim yang kondusif bagi ternak dapat dilakukan dengan cara: mengeluarkan panas dari kandang yang dihasilkan dari tubuh ayam dn lingkungan luar, menurunkan suhu udara yang masuk serta mengatur kelembaban yang sesuai. Untuk menciptakan iklim yang sejuk – nyaman maka bagi ayam harus dikondisikan chilling effect (angin berembus), alat yang digunakan seperti kipas angin (blower). Bila chilling effect tidak mampu mencapai iklim yang diiginkan terutama pada daerah yang terlampau panas maka dapat digunakan cooling system. Yaitu sistem pendingin dengan mengalirkan air pada alat-alat yang berupa cooling pad, cooling net stsu cell deck.
  • Meminimumkan tingkat stress pada ternak. Agar tingkst stress pada ayam lebih minimun maka dapat dilakukan dengan cara mengurangi stimulasi yang dapat menyebabkan stress, dengan cara mengurangi kontak dengan manusia (misalnya dengan feeder dan drinker otomatis, vaksinasi dengan spray dll), meminimumkan cahaya dan lain-lain.

 

  1. Struktur umum kandang sistem terbuka (Closed house) dan perlengkapanya:
  2. Istilah-istilah yang sering digunakan :
  • Bangunan kandang: baik bagunan baru maupun renovasi kandang.
  • Kipas/fan: dapat terdiri dari exhaust fan, blower fan, ceiling/roof fan ataupun wall fan.
  • Material cooling dan perlengkapannya: celpad/evaporative pad, material cooling lainnya ataupun fogging system.
  • Dinding kandang: dapat berupa solid wall, tirai/curtain system dan celing material.
  • Filter cahaya/light filter/light trap
  • Air inlet
  • Lighting system
  • Control panel + electrical system
  • Inlet  adalah tempat masuknya udara.
  • Outlet adalah tempat keluarnya udara
  • Aktual temperatur : temperatur yang terbaca dengan menggunakan termometer
  • Efektif temperatur     : temperatur yang dirasakan ayam.  Nilainya sebesar temperatur actual dikurangi efek wind chill atau ditambah efek peningkatan suhu yang dirasakan akibat suasana terlalu lembab sehingga tidak memungkinkan proses evaporasi.
  • Efek wind chill           :  efek penurunan suhu yang dirasakan ayam akibat adanya aliran angin .  Efek ini akan lebih tinggi pada ayam kecil , yang sistem termoregelatornya masih belum sempurna.
  1. Kasus-kasus yang sering terjadi pada kandang close house
  • Aliran angin yang tidak merata, aliran angin turbulence, atau aliran angin berputar.  Aliran ini akan mendongkel litter sehingga amoniak dan debu ‘ naik ‘ ke atas. Aliran angin turbulence  terutama  ditemukan dibawah deflector yang terlalu rendah atau  pada shutter kipas yang tidak tertutup sempurna.
  • Area mati

Area dengan aliran angin yang sangat minim menjadi area yang mati. Area ini  sangat lembab,litternya basah  dan beramoniak tinggi

  • Fluktuasi suhu

Suhu yang berfluktuasi di dalam kandang akibat SKT  tidak dapat mengendalikan kondisi lingkungan.  Pada siang hari  didalam kandang suhunya  dapat melebihi  suhu lingkunan, bahkan mencapai 33 derajat celcius.  Di malam hari, suhu kandang menjadi sangat rendah  dengan kelembaban yang sangat tinggi, bahkan mendekati 100 % RH.

  • Selisih suhu inlet dan outlet yang terlalu jauh
  • Uap air yang mengembun, pada saat mencapai titik jenuh dan akan jatuh sebagai titik air. Biasanya titik air yang jenuh akan menyebabkan sekam menjadi basah. Sekam yang basah pada area- area yang mati akan meningkatkan konsentrasi ammonia di dalam kandang.
  • Penampilan ayam yang tidak seragam, kasus megap-megap/panting, dehidrasi di masa brooding,  spiking mortality, heat stress, kasus pernafasan, swollen head syndrome, ascites syndrome, hingga  drop  produksi.
  1. Faktor penyebab terjadinya kasus diatas
  • Topografi

Sumber permasalahan pada SKT  dapat terjadi  akibat tidak mempertimbangkan topografi lingkungan pada saat membangun SKT.

  • Design kandang
  • Kipas

Permasalahan kipas biasanya  berhubungan dengan jumlah kipas yang tidak mencukupi,  posisi  kipas, dan penurunan efektifitas kipas. Posisi kipas. Posisi kipas mempengaruhi efektifitas daya hisapnya.  Kipas yang dipasang di sisi memanjang  kandang mempunyai kapasitas  yang lebih rendah bila  dibandingkan dengan kipas yang dipasang pada sisi melebar kandang.

  • Listrik

SKT membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Permasalahan akan timbul   bila kebutuhan listrik tidak mencukupi.

  • Luas inlet

SKT dengan inlet yang kecil akan menyebabkan static pressure meningkat.  Udara yang masuk ke dalam kandang memang kecepatannya tinggi, tetapi volumenya tidak cukup untuk menyapu udara, uap air, amoniak dan panas yang terdapat di dalam kandang.  Akibatnya jumlah  daerah mati meningkat. Sebaliknya inlet yang terlalu besar  memang  akan meningkatkan jumlah udara yang masuk. Tetapi udara yang   masuk mempunyai kecepatan yang lebih rendah, daya “ sapu “  udara juga akan menurun  sebelum sampai outlet.  Bila inlet terlalu besar, udara masuk yang mengandung uap air dan berat ini biasanya  akan jatuh di permukaan inlet. Sehingga sekam di depan inlet menjadi basah dan menggumpal.

  • Cooling pad

Umumnya problema yang paling sering muncul  berhubungan dengan penggunaan   cooling pad yang tipis dan sempit. Pad  yang terlalu sempit akan mengurangi porsi udara yang masuk, sedangkan pad yang terlalu tipis akan mengurangi jumlah udara panas yang berkontak dengan air. Problema lain  berhubungan dengan  aliran air yang didak merata dan  kondisi pad yang sudah rusak.  Cooling pad yang rusak akan meningkatkan static pressure dan memperberat kerja kipas

  • Lubang

SKT dengan lubang yang sangat banyak biasanya, aliran udaranya menjadi tidak teratur, selisih suhu inlet dan outlet sangat besar dan area matinya sangat banyak. Udara yang panas dan lembab  akan berada pada area inlet, outlet dan  sisi-sisi kandang.

Berikut adalah  contoh  gambar dari area lubang yang paling sering ditemukan…

 

Gambar7  : Celah yang terdapat pada area  diantara cooling pad dengan inlet

 

  • Pembatas antar pen

Pembatas diantara pen yang menggunakan tripleks atau seng akan menghambat ( memblok ) aliran angin.

  • Posisi sensor

Sensor  merupakan suatu alat yang seyogyanya dapat mewakili suhu yang dirasakan oleh ayam.  Sayangnya sensor sering  dipasang di area dekat inlet  atau pada ketinggian lebih dari satu meter Akibatnya sensor  justru  akan mengecohkan pengguna SKT.  Sensor ini seolah-olah selalu menunjukkan suhu yang sejuk padahal ayam yang posisinya ada di dekat outlet dan di “ litter “ sudah merasakan kepanasan.

  • Densitas

Kepadatan yang sangat tinggi akan menyebabkan SKT  tidak mampu   mengeluarkan  panas, uap air dan karbon dioksida dari semua ayam.

  • Atap

SKT yang merupakan hasil modifikasi seadanya dari kandang terbuka acapkali atapnya belum ditutup dengan plafon.  Area atap yang tidak ditutup dengan plafon  menjadi area yang mati, sehingga udara   panas akan berkumpul pada area ini .  Panas yang berakumulasi sangat  sulit ditarik oleh kipas.

  • Deflektor

Deflektor sebenarnya merupakan usaha untuk mengurangi luas penampang kandang yang  dilalui oleh angin. Permasalahan berkisar pada deflektor yang dibuat terlalu rendah sehingga menyebabkan aliran angin berputar atau turbulence.  Angin ini akan ‘ mendongkel’ sekam sehingga debu dan ammonia akan sangat mengganggu.   Deflektor yang terlalu rendah juga akan memblok aliran angin.

 

  1. Tips praktis
    1. Topografi yang baik harus memungkinkan aliran udara  yang sempurna, Untuk daerah yang terlalu lembab cukup digunakan sistem tunnel, tidak disarankan dengan cooling pad.
    2. jumlah kipas yang dipasang hendaknya harus mengikuti hitungan standard.
    3. Keberhasilan dari SKT sangat tergantung pada luas inlet dan cooling pad yang sesuai dengan jumlah kipas yang dipasang.
    4. Selama sistem evaporasi cooling pad dinyalakan, aliran air harus merata  sepanjang pad.  Untuk itu kondisi  pompa air harus selalu dalam keadaan prima  dan lubang penyalur air   tidak boleh tersumbat . Cooling pad yang    yang rusak sebaiknya diganti, sehingga static pressure dalam kandang selalu terjaga.
    5. Pada kondisi yang sudah lembab, cooling pad sebaiknya dimatikan.    Agar akumulasi titik air tidak merubah area mati dalam kandang.
    6. Sedapat mungkin menutup lubang yang ada. Usahakan udara yang masuk hanya dari 1 inlet yang tersedia, tidak dari lubang curian.    Bila udara masuk hanya melalui inlet , maka udara yang masuk hanya udara  yang sejuk dengan kecepatan yang merata .  SKT yang benar-benar bebas dari lubang memungkinkan aliran angin yang merata dan kapasitas kerja kipas selalu maksimal.
    7. Sensor sebaiknya dipasang pada ketinggian 30 cm dari ayam dan berada pada posisi diantara 5/12 sampai 4/12  dari panjang kandang lebih mendekati outlet .
    8. Pada kandang tertutup modifikasi, praktisi peternakan disarankan untuk menutup atap dengan menggunakan plafon yang rapat. Pada area sambungan, untuk menghindari  lubang, dapat  dilapisi  dengan foam.
    9. Deflektor disarankan untuk dipasang pada area  dengan kecepatan angin yang rendah.
    10. Menerapkan sistem  ventilasi minimum pada masa brooding.
    11. Sistem ventilasi minimum adalah sistem ventilasi dimana ayam tidak diperkenankan mendapatkan angin langsung.  Oleh karena itu hanya sebagian kipas saja yang dihidupkan.

*Keterangan

SKT : Sistem Kandang Tertutup

Comments (1)


  1. zakia - Reply
    March 19, 2013

    thanks atas infonya…semoga bermanfaat

Leave a Comment